Hidup adalah perjalanan panjang yang harus dijalani sebelum seseorang mendapatkan apa yang selalu dinantikannya. Jalan hidup yang berliku yang dapat mendewasakan dan menjadikan seseorang itu menjadi mulia atau sebaliknya, maka hargailah sisa hidup yang entah kapan akan berakhir...
16 September 2009
Gw beneran pengen marah hari ini tapi gw ndak punya cukup alasan kenapa harus marah, toh gw ini siapa??? sudah hampir sebulan gw selalu dipenuhi oleh pikiran yang menurut gw sangat aneh ajah, sampai gw bingung siapa yang mesti gw percaya,,, gw benar2 ndak ngerti dunia yang mereka jalani,,, fiuhh,,, indahnya hidupQu,,,
09 Februari 2009
AnTaRa CiNTa & PeRSaHaBaTaN,,,
Suatu hari CINTA dan SAHABAT berjalan di desa,
tiba-tiba CINTA terjatuh dalam telaga,
kenapa?
karena CINTA itu buta,
lalu SAHABAT ikut terjatuh,
kenapa?
karena sahabat akan berbuat apa saja demi CINTA.
Di dalam telaga CINTA hilang,
kenapa?
karena CINTA itu halus, mudah hilang jika tak dijaga dan sulit dicari,
tapi SAHABAT masih mencari-cari dimana CINTA dan menunggu,
kenapa?
Karena SAHABAT itu sejati dan akan kekal sebagai SAHABAT yang setia.
Dan di sutu hari yang lain CINTA dan SAHABAT bertemu kembali,
CINTA bertanya,
"kenapa kamu ada jika aku ada?"
SAHABAT menjawab,
"supaya aku bisa membuat mu tersenyum di saat kamu meneteskan air mata..."
14 November 2008
iBuNDa Qu...
Bunda,
Baru kusadari betapa besar perjuangan dan pengorbananmu selama ini
Sejak kau kandung aQ
Kau selalu membawa Qu kemana pun kau pergi
Tak peduli betapa lelahnya dirimu
Lalu kau korbankan hidupmu
Agar aQ dapat melihat dunia yang penat ini
Kau tak pernah mengeluh
Bunda,
Kau menjadi tangan Qu
Saat aQ blum bisa menyuapi diri Qu sendiri
Kau menjadi kaki Qu
Saat aQ blum dapat berjalan
Dan kau selalu menjadi pikiran Qu
Saat bibir ini belum dapat mengucapkan ingin Qu
Kau pun selalu tersenyum
Bunda,
Kau ajarkan aQ caranya bersikap
Kau terapkan kepada Qu tutur kata yang baik
Kau didik aQ dengan pelajaran-pelajaran hidup
Tak pernah lelah ku lihat dirimu
Walau peluh selalu mengalir di seluruh tubuh mu
Bunda,
Ampuni aQ karena setelah dewasa
aQ blum bisa membuatmu bahagia
Selalu ku buat kau menangis
Selalu saja sedih dan luka yang kugoreskan di hatimu
Bunda,
Jangan pernah sedih lagi
Tak ingin kulihat air mata menetes lagi di pipimu
Air matamu adalah cambuk bagi hidup Qu
Ku mohon selalu berkahi aQ dengan Ridho mu Bunda,
Untuk menggapai mimpi Qu
Membuat mu selalu tersenyum bahagia
Baru kusadari betapa besar perjuangan dan pengorbananmu selama ini
Sejak kau kandung aQ
Kau selalu membawa Qu kemana pun kau pergi
Tak peduli betapa lelahnya dirimu
Lalu kau korbankan hidupmu
Agar aQ dapat melihat dunia yang penat ini
Kau tak pernah mengeluh
Bunda,
Kau menjadi tangan Qu
Saat aQ blum bisa menyuapi diri Qu sendiri
Kau menjadi kaki Qu
Saat aQ blum dapat berjalan
Dan kau selalu menjadi pikiran Qu
Saat bibir ini belum dapat mengucapkan ingin Qu
Kau pun selalu tersenyum
Bunda,
Kau ajarkan aQ caranya bersikap
Kau terapkan kepada Qu tutur kata yang baik
Kau didik aQ dengan pelajaran-pelajaran hidup
Tak pernah lelah ku lihat dirimu
Walau peluh selalu mengalir di seluruh tubuh mu
Bunda,
Ampuni aQ karena setelah dewasa
aQ blum bisa membuatmu bahagia
Selalu ku buat kau menangis
Selalu saja sedih dan luka yang kugoreskan di hatimu
Bunda,
Jangan pernah sedih lagi
Tak ingin kulihat air mata menetes lagi di pipimu
Air matamu adalah cambuk bagi hidup Qu
Ku mohon selalu berkahi aQ dengan Ridho mu Bunda,
Untuk menggapai mimpi Qu
Membuat mu selalu tersenyum bahagia
Langganan:
Postingan (Atom)