21 Juli 2011

-Menunggu Kematian-


21 Juli 2011

aku meradang,,
mencari sesak di penatnya dunia,,
dunia yang menjauhkanku dari lingkaran sang manusia
sampai kapankah ku tunggu kematian dengan cara ini?

kini aku terdampar,,
dilautan kelabu yang semakin bergulung
apakah di jalan ini kutemui kematianku kelak?

aku ingin melihat merah dan hitamku, bukan bayangan kelabu,
aku ingin menjadi manusia bukan hanya berdiri di luar lingkarannya,,
aku hidup dan tertatih, aku diam dan meradang, aku melangkah namun terdampar,,
aku hanya ingin menemui kematianku bukan di tempat itu,,
bukan dengan cara itu,,
aku ingin jalan menuju kematianku dengan iringan senyum bukan amarah apalagi air mata,,
dan aku ingin menunggu kematianku dengan mencintaiMu,,

kau tak perlu membunuhku karena aku sudah beranjak melangkah menuju kematianku

-Ryrie-

19 Juli 2011

-Perjalananku Bersamanya-

17 Juli 2011 - 16.48 PM


25 Juni 2011

adalah awal pertemuanku dengannya di sebuah komunitas, pertemuan yang kuanggap sangat biasa

bahkan aku tidak terlalu ingin mengenalnya walaupun entah kenapa sulit sekali berpaling dari keteduhan rupanya.

bergulirnya waktu ternyata mempertemukan kami kembali, dan akhirnya dia menyapaku, yah, untukku itu adalah hal yang aneh karena di pertemuan pertama, tak sekalipun ia menoleh padaku,,

dia mengajakku berbincang selayaknya teman yang telah lama saling mengenal, dan kami bercerita tentang hidup,,

setelah hari itu, komunikasi antara kami semakin baik, kami terlihat semakin dekat meski hanya kami yang tau itu,

dia mengajariku banyak hal, ia mengajariku arti dari sebuah rasa percaya diri melalui sikapnya, dia mengajariku rasa nyaman akan hidup, bahwa hidup itu selalu menyenangkan dengan putih dan hitamnya, dan dia mengajariku untuk selalu berusaha berdiri di atas kakiku sendiri, tanpa topangan lengan orang lain termasuk lengannya walau harus tertatih.


2 Juli 2011

pertemuan keduaku dengannya, kali ini sedikit berbeda karena kami sudah saling mengenal satu sama lain, dan dipertemuan kali ini, dia pergi bersamaku ke komunitas tersebut.

Selama perjalanan, dia selalu mengajariku hal baru, karena menurutnya setiap pertemuan harus memiliki arti, harus ada pelajaran yang dipetik, dan aku yang baik hati ini, mendengarkan dengan seksama,, wew,, x_x.

dan ini adalah kali pertama ia menyambangi kediamanku untuk mengantarku pulang.

Waktu bergulir begitu cepat, aku memang sudah begitu dekat dengannya, terlebih dengan beberapa kali perjalanan kami, namun aku tetap mengunci rasaku rapat2, agar dapat dengan cepat dinetralisir oleh hati saat keadaan semakin mendukung keberadaan kami.

Dan kini setelah peristiwa malam tadi, semua berhenti sampai disini, aku harus kembali ke tempat dimana seharusnya aku berada, kembali ke kehidupan menyenangkan ku sebelumnya,

yah,, aku dengan duniaku, aku dengan redupku dan aku dengan segala kecintaanku pula :). aku tak ingin membuatnya berada dalam titik yang tidak nyaman, aku juga tidak ingin sekelilingku mendapatkan banyak kesulitan karena keberadaanku.


kini aku berdiri di sisi hidupmu hanya untuk melihatmu dan mendukungmu melakukan yang terbaik, walaupun terkadang hitam itu menyenangkan namun hidup harus berjalan di areal yang putih, jadi jangan pernah buat lagi koridor hitam ;)


*untuk kamu makhluk yang paling jutek, maafkan aku untuk hari ini, dan terimakasih atas sebentuk kisah semu yang kau tawarkan juga atas perjalananku bersamamu yang walaupun hitam tapi tetap terasa manis dan menyenangkan ;)


-Ryrie-


-Bintang Itu-


02 April 2011

aku sering menatap ke langit luas
langit yang bertaburkan bintang-bintang
hingga pada suatu saat,,
ada sebuah bintang yang tengah menerangi aku,,
ia selalu menyertai langkahku,,
cahayanya indah nian,,
cahaya itu pula yang memberi warna pada hidupku


setiap hari aku menatap bintang itu,,
tersenyum dan berbicara dengannya
dan tanpa kusadari,,
aku menginginkan bintang itu menjadi milikku
agar ia dapat menemani aku, menerangi langkahku
dan memberi cahaya pada kehidupanku,,


namun Tuhan, aku tak tau,,
apakah bintang itu memberikan seluruh cahayanya hanya untukku?
karena bintang itu terlalu jauh dan begitu sulit aku merengkuhnya
hmm,, entahlah, aku si manusia bodoh, selalu mengharapkan bintang itu jatuh di pangkuanku,,


namun bila bintang itu bukan untukku
dan ia ditakdirkan memberi cahayanya kepada orang lain
tak apa,, aku rela,,


karena hanya dengan memandang bintang itu dari kejauhan saja,,
aku telah merasa sangat bahagia,,
bintang itu sampai kapanpun akan tetap menjadi
bintang kesayanganku,,
bagaimanapun keadaannya,,


-Ryrie-


-Mengarang Indah 3-


26 Maret 2011

malam ini bagai kembali mengingatkanku pada masa itu
masa dimana aku harus menguatkan hatiku
menghidupkan kembali kepercayaan diriku yang hancur
berusaha sekuat tenaga menjaga raut wajah agar tetap tampak ceria

malam ini aku bagai terpahat pada satu titik balik
yang memaksaku mengingat semuanya
memaksaku merasakan semuanya
malam ini ditemani bintang2 ruangan 3x4 ku

malam ini aku kembali dalam titik rapuhku
dalam masa mengeringkan luka2 hatiku
masa penyatuan keping2 hati ini
dia,, dia,, dia,, dan dia,, kembali berkelebat di pikiranku

tapi semoga hanya untuk malam ini goresan luka ku kembali menganga
setelah susah payah kuobati tiap detiknya
semoga ini terakhir kalinya aku berpura2
esok aku harus bahagia sebenar2 bahagia

aku mau hidup,, terus bertahan hidup dengan senyumnya dan semangatnya,,
Tuhan,, kenapa dengan diriku hari ini? knapa ada air sucimu di pipiku?
knapa kelemahanku tumpah ruah disini? di tepian jalan yang harusnya membuatku tersenyum :(


*hmmm,,, aku hanya ingin Kau yang menemani setiap langkah ini Tuhan, jangan pernah jauhi aku, aku tak memiliki daya apapun tanpaMu,, :( berkahi, lindungi dan kuatkanku slalu Tuhan dari segala kesakitan yang salah satunya kubuat dengan tanganku,, ampuni aku yang terkadang tidak mensyukuri nikmatMu,, :(


-Ryrie-

-Mengarang Indah 2-


15 April 2010

mengapa harus selalu datang perasaan ini,,
selalu mengganggu heningnya diamku,
selalu membuat rongga di hatiku,
mengoyak percaya diri ini,,

dilema yang tak kunjung berhenti
memilih antara hati dan jantungku
mana yang harus kupilih
jantung yang membuatku terus hidup atau
hati yang dengan kejujurannya dapat membuatku bertahan hidup?
masih bisakah aku memilih diantara mereka?

kenapa harus selalu jalan ini yang kutemui?
jalan yang membuat jantung ini hampir berhenti berdetak
ataupun hati ini membisu selamanya?
hhhhhh,,, entahlah,,,


-Ryrie-


-Mengarang Indah 1-


14 April 2010

Hidup terkadang membuat kita kehilangan akal
Kehilangan kepercayaan diri bahkan kehilangan jati diri
Namun hidup juga memberikan warna, semangat juga mimpi
Mimpi yang dengan sekuat tenaga harus kita raih,
Mimpi yang terkadang menjebak kita dalam sebuah keadaan kosong
Tapi juga membuat binar mata kita terpancar
Terlebih bila decak kagum menghiasi mimpi kita itu

Setiap mimpi tersimpan misteri, tersimpan ilusi dan berjuta harap
Namun yaa itulah hidup, hidup yang harus dijalani
Sesuai apa yang telah Tuhan gariskan untuk umatNya
Walau terkadang, umatNya nakal dengan mencoba jalur lain yang tidak segaris dengan jalanNya
Hhmmm,, semua itu pilihan hidup, konsekuensi pun harus kita jalani atas apa yang telah dipilih,,

Mungkin ukiran cerita hidup hanya dapat kita pahat saat ini
Namun esok, lusa, atau nanti kita akan dapat melihat hasilnya

So, pahat ukiran cerita hidup kita seindah, semanis dan seberwarna mungkin
karena setelah hari ini tidak akan ada lagi hari ini di hari berikutnya,,, ;-)


-Ryrie-

-Mimpiku-


28 Juni 2011

hmm,, aku adalah titik hitam di luasnya sang putih
aku terpatri di tengah ombak kehidupan
aku sendiri,, merana,, yah,, hanya sepi yang selalu setia mendampingiku
hingga suatu saat, dia datang menghampiriku
sssttttt,, dia mengaitkan jemarinya, di tengah2 jemariku
aku ingat betul saat dia mengajakku melangkah,,
namun aku hanya terkesiap, masih enggan untuk mengikuti langkahnya
lalu ia pun diam,,
hanya menatapku lama, lalu melepaskan jemarinya dan pergi,,
aku tetap tak bergeming,,

aku kembali bernyanyi dengan sepiku,,
bercengkrama dengan rutinitasku memejamkan mata
dan kesibukanku mengunci semua pintu hati
agar aku dapat menutup semua lubang yang menganga lebar di dasarnya
yah,, kurasa itulah alasanku tak mengikutinya
tak akan kubawa dia dalam galaunya hidupku

tapi, ternyata dia kembali,,
hmm,, mengapa hati ini berdesir saat mata itu memandangku Tuhan?
dia kembali berdiri di hadapanku, kali ini tanpa bicara
dia kaitkan kembali jemarinya ke jemariku
dan dia tersenyum,, senyumnya bak malaikat,,
senyum yang hampir saja meluluhkan keteguhan hatiku mengobati semua luka

dia masih saja tersenyum saat melepaskan jemariku di sebelah tangannya
dia membelai rambutku dan berkata "jangan biarkan dirimu terperosok terlalu jauh, raihlah jemariku agar kita melangkah bersama, akan kuobati semua lukamu dengan kasih dan sabarku, melangkahlah bersamaku, kita tata kembali reruntuhan itu dari awal"

Tuhan, kau kirimkan nafas surgamu untukku,,
untuk pertama kalinya aku tersenyum dan lupa alasanku tetap berdiri disini

"tak kan pernah kutanyakan siapa dirimu dulu, karena bagiku kau adalah masa depanku"
kalimat terakhirnya, adalah awal aku melangkah
awal dari selaksa mimpi yang kupupuk untuk kita

kini aku bukan lagi titik hitam di luasnya sang putih
karena tak kan pernah ada lagi aku dan kamu
karena selamanya akan ada kita

Tuhan, jangan bangunkan aku dalam mimpi ini,,
biarkan aku terpejam lebih lama lagi
sampai dia yang rela mengaitkan jemarinya ke jemariku benar2 datang
aku ikhlas terus menunggunya di pusaran ombak kehidupan ini
karena aku tau Kau selalu memiliki rencana yang indah untukku dan Kau tak akan pernah meninggalkanku dalam kesendirian dan kegamangan,,



-Ryrie-

-Surat Cinta untuk Ibu-


04 Juni 2011

Ibu, dulu engkau selalu manjadi tempat berlindungku saat yang lain memarahiku karena kenakalanku
dulu engkau adalah tempatku mencurahkan seluruh isi hati juga mimpi2ku
engkau selalu mendukung setiap langkah yang kutempuh
menjadi orang pertama yang menghapus laraku
aku ingat betul bagaimana kau begitu antusias setiap kali raportku dibagikan
begitu gembira saat nilai2ku bagus walaupun bukan menjadi yang pertama :)
dan senyummu selalu berkembang saat aku merasa jatuh agar aku tetap semangat

aku juga ingat, bagaimana kau mendandaniku agar aku terlihat cantik (walaupun aku tidak terlalu suka pada bagian itu)
toh aku tetap menurutinya agar kau bahagia
pangkuanmu selalu menjadi tempat yang nyaman untukku menangis
kelembutanmu saat membelai rambutkupun masih teringat jelas Ibu,,
begitupun saat kau merasa terluka
saat kau bercerita bagaimana orang lain memperlakukanmu dengan kurang baik
kau selalu menangis di hadapanku, dan kita menangis bersama :(
aku rindu Ibu,,

rindu Ibu yang rela terbangun sebelum subuh untuk mengantarku saat pertama kali aku masuk kuliah
kau sangat menyayangiku, bahkan di saat2 terakhirmu :(
kita berbincang sejenak sebelum akhirnya engkau jatuh karena sakit kepalamu,
membantu memapahmu sampai ke tempat tidur hingga akhirnya kulihat kau begitu tak berdaya
"jangan pergi dulu Ibu, aku belum bisa membahagiakanmu" hanya itu yang ada dalam fikiranku
dan akhirnya kau tetap menghembuskan nafas terakhirmu, karena kuyakin Allah lebih menyayangimu daripada aku

setelah kepergianmu, kurasakan duniaku begitu gelap,
tempat tidur itu terasa begitu luas dan kamar itupun terasa sepi tanpamu
aku sakit,, sangat sakit,, bahkan pertahanan dirikupun luruh bu,,
lama sekali untuk bisa bangkit, namun aku tau, kau akan lebih bahagia bila melihatku menjalani hidupku dengan baik
dan aku membuktikan bisa bertahan hidup dengan baik, dengan semua kenangan tentangmu
tentang kebaikanmu dan kesabaranmu yang luar biasa, itu menjadi tauladanku bu,,

hmm,, mungkin bila kau masih bersamaku kini, tak ada siapapun yang berani menyakitiku
tak ada siapapun yang membuang wajah bila menatapku juga merasa jijik terhadapku seperti yang "dia" lakukan
tapi tak apa bu, aku selalu berdoa engkau selalu bahagia di sisiNya,,

Selamat ulang tahun yang ke-77 bu,, semoga Allah selalu menempatkanmu di sisiNya yang terindah,,
aku selalu bangga memiliki nenek yang terbaik sepertimu,, engkau akan selalu jadi bintang untukku,,


-cucu yang mencintaimu (Ryrie)-

-Mampukah Aku Hidup Denganmu?-


26 Mei 2011

mampukah aku hidup denganmu?
aku yang tak bisa berdiri dengan tegak
aku yang selalu tidak bisa berkata benar
aku yang tidak bisa melihat dengan jelas dan
aku yang tidak bisa mendengarmu walaupun kau begitu dekat
bagaimana mungkin aku sanggup mendampingimu?
dan apakah kau masih menginginkan hidup bersamaku hingga akhir usia kita?


aku berharap rasa ku kembali
aku berharap luka ku mengering lebih cepat
agar ku juga bisa membalas seluruh rasa yang kau limpahkan untukku agar ku bisa mengganti waktumu menungguku dengan sisa usiaku
walaupun aku masih tidak yakin mampu hidup denganmu


di mataku, kau begitu mempesona
kebaikan dan ketulusanmu membuatku selalu terperangah
kau selalu mempercayai setiap pijakan langkah yang kutempuh
kau adalah motivatorku untuk maju


aku ingin kau selalu membimbing setiap langkahku
agar aku pantas dan mampu bersanding denganmu,,
aku menyayangimu walaupun benih cinta itu belum memiliki akar di hatiku,, semoga waktumu masih panjang untuk menungguku,,


-Ryrie-


-Pekat-

26 April 2011

saat pekat menjadi pelindungku, saat itu pula aku bersembunyi dari teriknya terang,
saat pekat memenuhi diriku, saat itu pula kurasa telah sempurna hidupku ini
ketika sang pekat yang mewarnai hari2ku,, maka indahlah semua duniaku
pekatku datang kala tak lagi kulihat senyum duniaku
pekatku datang saat tak lagi dapat kuraih hatimu
dan pekatku akan menghampiriku saat putihnya hatimu ternodai


terang membuatku sendiri, terang membuatku nampak bodoh
dan dalam terang, terlalu jelas kullihat kalian tertawa
tertawa dalam ketidakberartianku, tertawa di dalam kehinaanku dan tertawa saat aku tak mampu lagi tertawa
aku benci terang, dalam terang aku juga bisa mendengar jelas ungkapansesal dari hati palsumu untukku
kau PEMBOHONG!!!! aku benci harus berdiri di titik ini
titik dimana aku hanya bisa melihat, mendengar dan merasakan tanpa dapat mengeluarkan reaksi apapun
aku harus diam dan mungkin hanya bisa diam,,


selamat, kau memang sangat cerdas dalam terangmu hingga membuatku buta dan tuli
tapi dalam pekatku, aku hidup untuk hidupku,,
kau tak memiliki arti apapun dalam pekatku
karena dalam pekat itu hanya ada aku,,


-Ryrie-


-Surat Cinta Keduaku Untuknya-


20 April 2011

Dear Malaikat Kecilku tercinta,

Hari ini seharusnya genap 2 tahun usia mu dan sudah 1 tahun 7 bulan bunda tanpamu, tanpa nafas, senyum dan tatapan matamu.
Tatapan mata yang selalu bisa mendamaikan hati bunda,
menenangkan segala rasa dan bunda rela bertukar apapun demi melihat tatapan mata teduhmu itu.
Hari ini seharusnya bunda bertanya "dd mau kado apa sayang dari bunda?"
tapi tidak untukmu, doa adalah kado terindah untukmu saat ini,
bunda juga yakin Allah sudah memberimu banyak kado istimewa di dalam SurgaNya, apapun yang kau inginkan :-*,
sekarang dd pasti sedang main dengan malaikat2 kecil lainnya bukan?

Bunda selalu membayangkan sekarang dd pasti sangat lucu yaa, tambah gendut, putih, sipit, sudah bisa berlari dan memanggil "bunda"
walau dari kejauhan sana,, hmm,, bunda rindu kamu nak :(.

Eh tapi bunda sudah janji ndak akan sedih agy kan yaa sama dd,
karena bunda juga tau dd pasti akan lebih bahagia bila melihat bunda tersenyum
(walaupun kadang yang terjadi tidak semudah itu ya sayang).

Nak, masih terekam jelas bagaimana kita bertaruh nyawa,
agar bunda bisa segera melihat anugerah yang telah Allah titipkan kepada bunda,
bagaimana setelah itu kita harus melewati saat2 sulit bersama, sangat sulit untukmu saat itu pastinya,
tapi kamu tetap bisa bertahan, dan kita tetap bersama.

Tak cukup dengan itu, bunda torehkan lagi luka di hatimu terus menerus, maafkan bunda untuk semua luka itu sayang.
Bunda sangat sayang dd, dd juga pasti masih ingat bagaimana kita melewati setiap malam sampai fajar berdua,
bukan cuma berdua tapi beserta sahabat2 bunda yang selalu menemani bunda dan dd (i love u all),
kita juga selalu mendengarkan suara azan dan berdoa bersama, bunda senandungkan lagu dan sholawat untuk menemani tidurmu,
itu kenangan yang teramat manis, kadang sangat ingin bunda mengulang itu :).

Nak, ingin sekali rasanya bertemu dan memelukmu terlebih saat2 bunda butuh dikuatkan seperti dulu,
ingin mendengar suara tawamu, bunda juga ingin mendengar semua cerita tentang "rumahmu" saat ini nak,
pasti menyenangkan mendengarnya, tunggu bunda yaa sayang, tunggu sampai smua tugas bunda disini selesai
dan semoga Allah mempertemukan kita kembali, bunda sangat rindu kamu.
Bunda juga minta maaf bila belum dapat menunaikan janji ayah terhadapmu dulu yaa nak,
smoga secepatnya bunda bisa menunaikan itu untukmu.

Bunda bahagia sekali disini nak karena walaupun dd ndak sedang bersama2 bunda namun semangat, senyum,
bahkan tatapan teduh itu selalu menjadi obat yang mujarab buat menenangkan dan menghilangkan kesedihan bunda.
Doa dan cintaku selalu bersamamu sayang :-*.

Selamat ulang tahun malaikat kecilku, putraku tercinta,, tetaplah menjadi cahaya dan semangat dalam hati bunda,, :-*

I Miss You So Much :-*


Yang Sangat Mencintaimu,



Bunda


-18 September 2010-



18 September 2010

Hari ini hanya ada sedih, tanpa tawa, dan hanya ada aku,, :D
awalnya itu yang membayangi hatiku, namun ternyata aku salah,,

ketika terbangun dari tidur, kudapatkan kado teristimewa dari keluarga tercinta,,
kado yang dibuat hanya untukku, dengan penuh cinta, dan diberikan dengan penuh bahagia
serta doa yang tak pernah putus2nya dari mereka,,
akhirnya aku menyadari bahwa bukan hanya ada sedih, tapi juga tawa bahkan bahagia,
bukan hanya ada aku namun banyak orang yang mencintaiku, memperhatikanku, dan membuatku merasa nyaman

beberapa tahun kemarin seakan aku menutup mata pada kehadiran mereka
aku lupa bahkan tidak sadar bahwa Allah menciptakan keluarga, sahabat bahkan teman yang selalu
datang saat salah satu dari mereka pergi,,
aku terlalu sibuk dengan ego dan perasaanku hingga aku selalu menganggap Septemberku adalah kesedihanku,
Septemberku adalah saat dimana aku ditinggalkan orang2 yang sangat kukasihi,,

kini, kusadari bahwa, Allah selalu memberiku hal indah dalam hidupku ini
Allah selalu mengirimkan anugerahnya untuk menyempurnakan diriku,,
dan tak ada hak sedikitpun untukku mengutuk hari2 yang telah Dia gariskan untukku,,,

Selamat ulang tahun untukku,,,, semoga di sisa usiaku, aku dapat selalu menjadi manusia yang bermanfaat bagi agamaku, keluargaku, sahabatku dan orang2 disekelilingku,,, Amiin,,,


-Ryrie-


-Surat Cinta Rafka untuk Bunda-


20 April 2010

Bunda..apa kabar? Mudah2an bunda sehat selalu yah..
Bunda hari ini aku genap setahun yah..
hehehe klo aku masih bersama bunda aku yakin bunda pasti akan repot bikin syukuran kecil untukku..
tapi doa aja udah cukup kok bunda

Bunda, bunda tau ga? Kalau rafka sayaaang banget ama bunda? Dan rafka juga ingin sekali ada bersama bunda saat ini..
memang kita hanya bersama selama 5 bulan bunda, tapi rasanya seperti seumur hidup mengenal bunda..
bunda jangan nangis lagi yah..
bunda janji ama rafka yah..untuk terus berjuang menghadapi paitnya hidup, rafka yakin bunda pasti bisa..
karena bunda bagiku adalah perempuan hebat..

Bunda, bunda tau ga? Aku disini bahagiaaa banget..
apa aja yang aku inginkan ada bunda, bunda jangan khawatir yah. .karena aku baik2 saja dan aku sehat banget kok bunda..
hehehe bunda tau ga? Aku sekarang ga cengeng lagi :P jadi bunda juga ga boleh cengeng yah..

I love u bunda..Sampai ketemu pada saat yang tepat yah bunda..
nanti aku akan banyak bercerita apa saja tentang apa yang aku dapatkan di surga bunda…
tapi bunda maukan dengerin ceritaku, hehe kita akan menghabiskan banyak waktu untuk bercerita bunda..
Luv u bunda..muuaaahh..


-Dee Love Bintang-

-Surat Cinta untuk Malaikat Kecilku-


20 April 2010

Mungkin hari ini kamu memang tidak sedang berada bersama Bunda, tapi kamu pasti tau betapa sangat sayangnya Bunda sama kamu,,
Mungkin bukan hari ini Bunda menepati janji yang pernah ayah buat di depan kamu 21 September 2009 lalu, tapi Bunda pasti menepati itu untukmu,,
Mungkin hari ini kamu sedang tertidur nyaman dipelukan sang Khalik
Namun Bunda selalu ingat bagaimana kamu juga pernah tertidur dalam pelukan Bunda setelah perjuangan kita yang bagitu melelahkan namun begitu indah,,,
Kamu begitu lucu, gendut, putih, sipit, membuat Bunda bertambah gemas saja,,
Bunda juga ingat bagaimana perjuanganmu tidak hanya sampai disitu untuk bersama Bunda, bagaimana kamu harus berjuang melawan rasa sakitmu, dengan tegar kamu bertahan tanpa Bunda disampingmu, Bunda ingat bagaimana kamu baru menggeliat manja dan merengek sakit saat Bunda datang menjenguk keadaanmu.
Betapa bahagianya Bunda saat kamu dinyatakan dapat dibawa pulang ke rumah, berarti kamu akan kembali berada dalam pelukan Bunda.
Bunda selalu ingin berada disampingmu, menghilangkan sedihmu, mengobati lukamu, memberikan seluruh darah bahkan nyawa Bunda untukmu,,,
Kamu akan selalu tidur dengan mudahnya setelah azan berkumandang, dan itu membuat Bunda semakin mencintaimu,,,
Kamu menciptakan kebahagiaan dalam hati Bunda

Kebersamaan kita yang hanya berusia 5 bulan adalah saat2 paling indah dalam hidup Bunda, pernah memiliki kamu merupakan anugerah tak terhingga yang pernah Allah berikan untuk Bunda,,
Masih ingatkah kamu saat Bunda menyenandungkan lagu “Kasih Ibu kepada beta,, tak terhingga sepanjang masa, hanya memberi,, tak harap kembali, bagai sang surya menyinari dunia,,” lalu kamu tertidur dengan senyummu,,
Kamu yang selalu ingin Bunda temani setiap malam, yang selalu menangis ketika Bunda harus meninggalkanmu untuk mencari kebutuhan hidupmu, semua itu begitu manis,,,
Bunda rindu sekali padamu, ingin sekali Bunda memelukmu, dan mendengarmu memanggil Bunda sekali saja,,,

Maafkan Bunda yaa nak, bila sampai saat ini Bunda masih saja sering menangis untukmu, maaf bila Bunda sering merasakan kekosongan dalam hidup Bunda tanpa kamu karena tak pernah terbayang kamu akan meninggalkan Bunda secepat ini, maaf juga bila Bunda tidak bisa membahagiakanmu dan menjadi yang terbaik untukmu. Semangatmu selalu jadi pemicu hidup Bunda, senyum dan tatapan matamu adalah ungkapan cinta terindahmu untuk Bunda.
Karenamu Bunda sanggup bertahan hidup, karena ingin bersamamu Bunda menjalani sisa hidup Bunda,,,

Happy Birthday sayang, jangan nakal dan jangan cengeng yaa nak,,
Cuma doa dan surat cinta ini kado Bunda untukmu,, semoga kamu bahagia dan ingat Bunda,, Cium sayang untukmu,,,

I Love You Nak,,,
Bunda yang sangat merindukanmu,,


-Ryrie-

-Fikir itu Pelita Hati-


15 April 2010

Aku ingin kamu membutuhkanku, seperti aku membutuhkanmu.
Tapi, bagaimana mungkin bila kau mampu mengatasi segalanya?
Kau hindari bantuan orang lain hanya untuk mendapat pengakuan bahwa prahara tak membuatmu terbanting.

Berada di dekatmu, aku tak ubahnya anak kecil. Kau terlalu kukuh dan karib dengan kesendirian.
Sehingga seorang Raga tak lebih dari boneka, hanya teman bercakap sewaktu kau lepas dari kepungan bocah-bocah pesisir.
Dua tahun percintaan kita berlangsung dengan aneh.
Salahkah jika aku mengungsikan kecewaku pada makhluk mungil yang tidak menganggapku patung?
Di depan gadis manja yang mudah merengek, aku menjadi laki-laki sejati.
Ternyata aku membutuhkan seekor burung yang lincah, genit, dan cengeng....

kutipan cerpen "cinta telah berdebu" karya ryana mustamin & kurnia effendi

Note : Berfikir untuk melihat sesuatu hal dari berbagai sudut pandang :)


-Sendiri-


16 Februari 2010

Andai saja ada kata yang dapat mengungkapkan perasaanku saat ini, pasti sudah kuteriakkan sekuat tenaga dan sepenuh hatiku,,,
Sayangnya semua kata itu tak mampu menggambarkan apa yang kurasa,,
Sedih, sepi, hampa, kosong, sakit, semua jadi satu, aku takut tak sanggup menghadapi kelanjutan cerita hidupku ini,,,
Ingin berlari sejauh2nya dari sini, tapi apakah harus selalu lari? atau apakah dengan lari semuanya dapat selesai?
Aku sudah kehabisan akal untuk menjawab semua tanya yang ada, semua harapan, sirna dalam hitungan hari, mengganti suka jadi luka,,,
Perih selalu mengisi ruang hatiku, ingin menangis pun sudah sangat lelah karena hasil akhirnya akan selalu sama,,,
Kini aku merasa sendiri,,, selalu sendiri,,, apakah aku masih berguna??
Hhhhmmmm,,, entahlah,,
Terlalu berlebihan kah bila aku seperti ini? atau seharusnya aku selalu diam dan menekan perasaan ku?
Biarlah,,, mungkin ini memang jalan yang harus kulalui, seberat apapun,,,

Tuhan, jangan biarkan aku nista atas ujianMu kali ini,, jangan biarkan aku tersesat ditengah keputusasaan dan kerapuhan hatiku,,,
kuatkan ku untuk selalu melangkah di jalanMu Tuhan,, karena aku bertahan hidup hanya untuk bersamanya disana,,,
Semoga tidak akan ada luka lagi setelah ini,, Maaf bila aku selalu menjadi benalu bagi hidup kalian,,,, :(


-Ryrie-

-Malam Itu-


23 Januari 2010

Malam yang sangat panjang untuk sahabatku,,,
Malam dimana ia harus merenungkan kembali akan diri dan hidup nya, malam dimana ia harus sedikit memberi ruang bernafas bagi perasaan nya,,
Aku lega karena dy dapat meluapkan apa yang tengah dirasakan na, apa yang ingin dilakukanna pada saat itu,
malam dimana ia dapat menjadi diri nya sendiri
Bukan seperti biasa, dimana ia selalu berusaha kuat, berusaha mempertahankan ego dan harga diri nya,,
Air mata yang selama ini dy tahan akhirna keluar juga dari mata indah nya,,
walaupun berusaha sekuat tenaga ia pertahankan nada suara nya,
tapi aku tau ia tengah terluka dan sedih,,

Ia tak seperti yang terlihat, ia sama rapuh na seperti kebanyakan perasaan perempuan,
walaupun dy bisa menjadi sama kuatnya dengan jiwa lelaki manapun bahkan mungkin lebih kuat :d

Hhhhhmmmm,,,
Sudahlah teman, keluarkan semua yang kau rasa dan kau pendam selama ini,,
Menangislah,,agar kau mampu menghadapi esok dengan senyum,,
Menangis bukan kelemahan walaupun juga tidak mengobati luka,,
Tapi menangis dapat membuat matamu kembali bersinar juga dapat sedikit membuat hatimu lapang,,
IKhlas bahwa semua yang diberikanNya adalah pilihan yang tepat dan mungkin tanpa kamu sadari adalah yang terbaik,,
Bahuku selalu siap menjadi sandaranmu saat kau ingin menangis bahkan hanya untuk berbagi cerita denganku,,
aku akan selalu ada untukmu,,,


-Ryrie-

-Bintangku-


09 Juni 2008

Saat pagi datang, aQ bertanya kepada matahari..
"Matahari, mengapa kau begitu menawan dan ksatria?"
Lalu dia menjawab, "karena aku adalah bintang.."

Setelah sore menjelang, aQ pun bertanya kepada langit..
"Langit, mengapa engkau begitu elok dan rupawan?"
Lalu diapun menjawab, "karena aQ dihiasi merah temaramnya bintang petang"

aQ termenung lagi, ku tunggu hingga matahari terbenam dan malampun terbentang
aQ melihat titik kecil di langit malam, kemudian aQ bertanya kepada malam,
"Malam, engkau begitu pekat namun mengapa kau begitu indah, dan darimana sinar kemilau nan indah itu berasal?", malam menjawab "merekalah bintang malam".
Saat itu, aQ begitu takjub, begitu indah sentuhan tangan-tangan Tuhan…

Tuhan, telah Kau ciptakan dengan indahnya bintang2 itu, Dengan kesempurnaan rasa,
Sesempurna maha karya dengan segala keanggunannya.
Kau rangkai pagi, petang dan malam dengan begitu istimewa, untuk kami hamba sahayaMu..

Terimakasih Tuhan… atas segala mukjizatMu,
Bintang2 Qu ini hanyalah sebagian kecil maha karyaMu… KeagunganMu Tuhan, membuatQu senantiasa berarti.
Sujud SyukurQu untukMu s’lalu…


-Ryrie-

-Hari ini Sebulan yang Lalu-


21 Okt 2009

semesti na sudah tak kutulis lagi rasa gundah ini,
semesti na tak ada lagi yang membaca kepedihanku,
karena aku sudah memulai haree baruku setelah kepergian na,
namun aku tak kuasa menahan air mata ini bila tak kuungkapkan.
sebulan ini tanpa na, tertawa dalam keramaian dan menangis dalam hening,
tertunduk dalam doa selalu agar aku slalu dikuatkan dan mampu menunaikan janji yang mungkin tak dapat ditunaikan seorang ayah pada hari terakhir sang anak 1 bulan yang lalu, karena aku tak ingin tatapan mata itu basah dengan air mata, aku hanya ingin tatapan mata itu adalah tatapan mata kasih sayang na untuk ku.
aku hanya ingin sy selalu bahagia walaupun aku sangat tau, disana dy sangat bahagia namun setidakna aku ingin dy bangga pernah memiliki aku begitupun aku yang selalu bangga dan bahagia pernah diberikan dy sebagai anugerah terindahku.
di setiap langkahku selalu ada semangat na, semangat na untuk bertahan demi aku,
dan dalam semangatku selalu ada tatapan mata na, tatapan mata yang memberikan lebih dari 1000 arti bagi hidupku,,
Allah, kumohon berilah kami kesempatan untuk dapat hidup bersama di alam keabadianMu nanti,,,
kuatkan aku untuk menjalani dan menyelesaikan seluruh tugasku di sisa hidupku ini,,,

De, sampai kapanpun kau adalah RAFKA ABIYYU IKBAR ku yang terhebat, anugerah terindah Allah untuk mengisi hari2ku walau hanya sekejap saja, i love u so much my son,,,

terimakasih untuk kalian yang selalu ada disampingku agar aku tidak larut dalam keheningan ku.


Bunda rindu kamu :-*


-Ryrie-




-Kasih Ibu-


09 Sept 2009

"Kasih Ibu kepada beta tak terhingga sepanjang masa,, hanya memberi tak harap kembali, bagai sang surya menyinari dunia,,,"

Hari ini syair itu selalu menggema di telingaku, menggoda pikiran ku untuk bertanya benarkah itu???
salahkah apa yang pikiran ku pikir bila terkadang apa yang kurasakan tak seperti syair tersebut,,
bila terkadang amarahnya membuat rasa ku hancur, hingga aku tak mampu lagi berdiri,, membuat diri ini benar2 kerdil dan tak berarti,,,
hingga seringkali aku merasa sangat iri pada gemerlap na duniawi,,

Namun kini syair itu berjalan melalui darah menuju hatiku dan menetap disana, hati ini berkata bahwa kasih Ibu memang luar biasa,
murka ibu adalah tanda cintanya meskipun kadang tak dapat begitu saja diterima logika,
air mata na adalah luapan pintu maaf untuk ku, dan diam na adalah cara nya memberikan pelajaran hidup untuk ku,,

Ibu,, maafkan aku untuk hari ini, hatiku memang hancur dengan segala ucapanmu, namun hatiku akan lebih hancur bila tanpamu,
kau adalah mentari untuk hidupku ibu,, jangan lagi kau teteskan air mata itu, karena tetes demi tetes na membuat luka dalam di hatiku,,

Maaf,, karena blum dapat kubuat kau bahagia,
namun aku akan selalu berusaha membuat kau tersenyum dengan segala keterbatasanku,
maaf kan aku bila selalu saja kusakiti hatimu dengan ulahku,, namun satu hal yang tak perlu kau ragukan lagi bu,
suatu saat aku akan membuatmu bahagia, akan kubuang semua beban dan derita hidupmu,
kumohon doakan aku selalu untuk hari itu ibu,,,

Sujudku selalu di kakimu Ibu,,,


*Untuk Ibu yang saat ini sedang memalingkan sejenak wajahna dari aku,,, andai dia tau betapa aku mencintainya,,,


-Ryrie-

-Belahan Jiwaku-


29 Sept 2009

Septemberku yang selalu indah,,,

Satu minggu sudah berlalu, satu minggu tanpanya,,
Tanpa nafasnya, suaranya, senyumnya, tangisnya juga candanya,
21 September 2009 menyisakan luka yang harus kuobati sendiri dengan hatiku,
hari itu seakan nafasku berhenti, hati ini terasa sesak dan kepalaku sudah tidak dapat lagi berfikir.
Bermula dari 20 September 2009, saat infus dan oksigen terpasang di tubuh mungilnya, saat darah mengalir dari tusukan jarum yang tak jadi terpasang, masih dapat kudengar hingga kini erangan na, tangis na bahkan reaksi na yang menorehkan perih di hati ini, saat kupeluk ia, ia menatapku sambil menangis seakan dy bicara "bunda, bawa aku pulang,,", sekuat tenaga kutahan rasaku agar tak sampai keluar air mataku, aku hanya ingin melihat dy sembuh saat itu.
Waktu bergulir sangat cepat, sore itu kubisikkan sesuatu ke telinganya, aku bilang "cepet sembuh yaa sayang, nanti bubu sama bunda agy, dede harus kuat, kan nanti dede yang akan jagain dan ngelindungin bunda,," dy hanya diam, hanya menatapku, terus dengan tatapan yang sampai kini masih terekam di sanubari dan mungkin tak kan pernah bisa kulupakan, seakan dy bilang "maaf bunda, dede ndak bisa ngajagain bunda agy, hanya sampai saat ini yang bisa dede lakukan untuk bunda", tapi sayang na aq ndak pernah mengerti, aku hanya ikut menatap mata itu sampai akhirna dy terpejam karena obat penurun panas.
Lelaki kecilku itu sangat suka suara azan, dy selalu tertidur setelah suara azan berkumandang dan setelah kubisikkan doa setelah azan ditelinganya, sampai akhirna dy tertidur untuk selama na pun setelah azan maghrib berkumandang dan saat itu dy menggenggam jemariku, dy pergi untuk selama na,, meninggalkan aku untuk berjuang melanjutkan hidupku sendiri, mencari kebahagiaan ku dan dy akan menungguku disana, dy akan selalu sabar menungguku,,,

Tuhan, aku makhlukMu yang penuh dengan keterbatasan,,
aku akan selalu belajar untuk ikhlas, sabar dan semoga saja tabah selalu datang padaku,,
aku yakin semua yang Kau berikan adalah pelajaran untukku,, pelajaran agar aku bisa menjadi kuat, takwa dan semoga saja akan ada kata mulia di depan sana,,
Tuhan, ampuni aku karena pernah menyia2kan titipanMu,
aku memang bukan seorang Ibu yang baik Tuhan, tapi dy adalah anugerah terindah yang pernah kau berikan untukku,,
sampai akhir nafas na pun, dy masih menunjukkan tanda bakti na padaku
Tuhan tolong sampaikan salam maaf ku dan rasa cintaku padanya,,,
ku mohon berikan aku kesempatan untuk bisa hidup bersama nya di alam keabadianMU,,
aku akan berusaha untuk mencapai itu Tuhan,,

kini airmata ini adalah pengiring doaku untuk na bukan rasa sesal atas kepergiannya
karena dy adalah milikMu seutuhnya, tempatkan dy di dalam SyurgaMu yang paling indah Tuhan,,,
di sisiMu yang paling mulia,,, Amiin,,,

Untuk belahan jiwaku, yang akan selalu ada dalam nafasku,, Rafka Abiyyu Ikbar,,,


-Ryrie-

-Maaf-


17 Sept 2009

terdiam menunggu ketidakpastian
takutku menunggu esok, lusa dan seterusnya
bagaimana caranya aku menemuinya dalam keadaan seperti ini
tak kan sanggup kulihat kecewa di matanya
tapi aku tetap akan dan harus menemuinya

rasanya kaki ini sangat berat untuk melangkah kembali
menumpukkan beban ini di bahuna lagi
lagi, lagi dan lagi, selalu saja,,,
begitu bodohnya aku, sampai terus saja kusakiti mereka,,,

hembusan nafas panjang tak berguna
sesalpun sudah terlambat
lalu apa yang harus kulakukan untuk mengubah semua ini,,,
aku sudah tak tau lagi
rasanya aku harus menyerah untuk saat ini

maaf,,,, hanya itu yang dapat kukatakan,,,

-Ryrie-