Hidup adalah perjalanan panjang yang harus dijalani sebelum seseorang mendapatkan apa yang selalu dinantikannya. Jalan hidup yang berliku yang dapat mendewasakan dan menjadikan seseorang itu menjadi mulia atau sebaliknya, maka hargailah sisa hidup yang entah kapan akan berakhir...
19 Juli 2011
-Hari ini Sebulan yang Lalu-
21 Okt 2009
semesti na sudah tak kutulis lagi rasa gundah ini,
semesti na tak ada lagi yang membaca kepedihanku,
karena aku sudah memulai haree baruku setelah kepergian na,
namun aku tak kuasa menahan air mata ini bila tak kuungkapkan.
sebulan ini tanpa na, tertawa dalam keramaian dan menangis dalam hening,
tertunduk dalam doa selalu agar aku slalu dikuatkan dan mampu menunaikan janji yang mungkin tak dapat ditunaikan seorang ayah pada hari terakhir sang anak 1 bulan yang lalu, karena aku tak ingin tatapan mata itu basah dengan air mata, aku hanya ingin tatapan mata itu adalah tatapan mata kasih sayang na untuk ku.
aku hanya ingin sy selalu bahagia walaupun aku sangat tau, disana dy sangat bahagia namun setidakna aku ingin dy bangga pernah memiliki aku begitupun aku yang selalu bangga dan bahagia pernah diberikan dy sebagai anugerah terindahku.
di setiap langkahku selalu ada semangat na, semangat na untuk bertahan demi aku,
dan dalam semangatku selalu ada tatapan mata na, tatapan mata yang memberikan lebih dari 1000 arti bagi hidupku,,
Allah, kumohon berilah kami kesempatan untuk dapat hidup bersama di alam keabadianMu nanti,,,
kuatkan aku untuk menjalani dan menyelesaikan seluruh tugasku di sisa hidupku ini,,,
De, sampai kapanpun kau adalah RAFKA ABIYYU IKBAR ku yang terhebat, anugerah terindah Allah untuk mengisi hari2ku walau hanya sekejap saja, i love u so much my son,,,
terimakasih untuk kalian yang selalu ada disampingku agar aku tidak larut dalam keheningan ku.
Bunda rindu kamu :-*
-Ryrie-
-Kasih Ibu-
09 Sept 2009
"Kasih Ibu kepada beta tak terhingga sepanjang masa,, hanya memberi tak harap kembali, bagai sang surya menyinari dunia,,,"
Hari ini syair itu selalu menggema di telingaku, menggoda pikiran ku untuk bertanya benarkah itu???
salahkah apa yang pikiran ku pikir bila terkadang apa yang kurasakan tak seperti syair tersebut,,
bila terkadang amarahnya membuat rasa ku hancur, hingga aku tak mampu lagi berdiri,, membuat diri ini benar2 kerdil dan tak berarti,,,
hingga seringkali aku merasa sangat iri pada gemerlap na duniawi,,
Namun kini syair itu berjalan melalui darah menuju hatiku dan menetap disana, hati ini berkata bahwa kasih Ibu memang luar biasa,
murka ibu adalah tanda cintanya meskipun kadang tak dapat begitu saja diterima logika,
air mata na adalah luapan pintu maaf untuk ku, dan diam na adalah cara nya memberikan pelajaran hidup untuk ku,,
Ibu,, maafkan aku untuk hari ini, hatiku memang hancur dengan segala ucapanmu, namun hatiku akan lebih hancur bila tanpamu,
kau adalah mentari untuk hidupku ibu,, jangan lagi kau teteskan air mata itu, karena tetes demi tetes na membuat luka dalam di hatiku,,
Maaf,, karena blum dapat kubuat kau bahagia,
namun aku akan selalu berusaha membuat kau tersenyum dengan segala keterbatasanku,
maaf kan aku bila selalu saja kusakiti hatimu dengan ulahku,, namun satu hal yang tak perlu kau ragukan lagi bu,
suatu saat aku akan membuatmu bahagia, akan kubuang semua beban dan derita hidupmu,
kumohon doakan aku selalu untuk hari itu ibu,,,
Sujudku selalu di kakimu Ibu,,,
*Untuk Ibu yang saat ini sedang memalingkan sejenak wajahna dari aku,,, andai dia tau betapa aku mencintainya,,,
-Ryrie-
-Belahan Jiwaku-
29 Sept 2009
Septemberku yang selalu indah,,,
Satu minggu sudah berlalu, satu minggu tanpanya,,
Tanpa nafasnya, suaranya, senyumnya, tangisnya juga candanya,
21 September 2009 menyisakan luka yang harus kuobati sendiri dengan hatiku,
hari itu seakan nafasku berhenti, hati ini terasa sesak dan kepalaku sudah tidak dapat lagi berfikir.
Bermula dari 20 September 2009, saat infus dan oksigen terpasang di tubuh mungilnya, saat darah mengalir dari tusukan jarum yang tak jadi terpasang, masih dapat kudengar hingga kini erangan na, tangis na bahkan reaksi na yang menorehkan perih di hati ini, saat kupeluk ia, ia menatapku sambil menangis seakan dy bicara "bunda, bawa aku pulang,,", sekuat tenaga kutahan rasaku agar tak sampai keluar air mataku, aku hanya ingin melihat dy sembuh saat itu.
Waktu bergulir sangat cepat, sore itu kubisikkan sesuatu ke telinganya, aku bilang "cepet sembuh yaa sayang, nanti bubu sama bunda agy, dede harus kuat, kan nanti dede yang akan jagain dan ngelindungin bunda,," dy hanya diam, hanya menatapku, terus dengan tatapan yang sampai kini masih terekam di sanubari dan mungkin tak kan pernah bisa kulupakan, seakan dy bilang "maaf bunda, dede ndak bisa ngajagain bunda agy, hanya sampai saat ini yang bisa dede lakukan untuk bunda", tapi sayang na aq ndak pernah mengerti, aku hanya ikut menatap mata itu sampai akhirna dy terpejam karena obat penurun panas.
Lelaki kecilku itu sangat suka suara azan, dy selalu tertidur setelah suara azan berkumandang dan setelah kubisikkan doa setelah azan ditelinganya, sampai akhirna dy tertidur untuk selama na pun setelah azan maghrib berkumandang dan saat itu dy menggenggam jemariku, dy pergi untuk selama na,, meninggalkan aku untuk berjuang melanjutkan hidupku sendiri, mencari kebahagiaan ku dan dy akan menungguku disana, dy akan selalu sabar menungguku,,,
Tuhan, aku makhlukMu yang penuh dengan keterbatasan,,
aku akan selalu belajar untuk ikhlas, sabar dan semoga saja tabah selalu datang padaku,,
aku yakin semua yang Kau berikan adalah pelajaran untukku,, pelajaran agar aku bisa menjadi kuat, takwa dan semoga saja akan ada kata mulia di depan sana,,
Tuhan, ampuni aku karena pernah menyia2kan titipanMu,
aku memang bukan seorang Ibu yang baik Tuhan, tapi dy adalah anugerah terindah yang pernah kau berikan untukku,,
sampai akhir nafas na pun, dy masih menunjukkan tanda bakti na padaku
Tuhan tolong sampaikan salam maaf ku dan rasa cintaku padanya,,,
ku mohon berikan aku kesempatan untuk bisa hidup bersama nya di alam keabadianMU,,
aku akan berusaha untuk mencapai itu Tuhan,,
kini airmata ini adalah pengiring doaku untuk na bukan rasa sesal atas kepergiannya
karena dy adalah milikMu seutuhnya, tempatkan dy di dalam SyurgaMu yang paling indah Tuhan,,,
di sisiMu yang paling mulia,,, Amiin,,,
Untuk belahan jiwaku, yang akan selalu ada dalam nafasku,, Rafka Abiyyu Ikbar,,,
-Ryrie-
Langganan:
Postingan (Atom)